• Kota Singkawang merupakan salah satu pecinaan di indonesia karena mayoritas penduduknya china, dan selebihnya Melayu, Dayak, Tio Ciu, Jawa dan pendatang lainnya.
  • Apa senjata seorang muslim? Jawabannya adalah doa. doa membuat seorang muslim menjadi kuat imannya, menjadi semakin dekat dengan penciptanya, menjadikannya sosok manusia yang tidak sombong atas segala sesuatu yang sudah dimilikinya.Do’a Inilah yang membuat seorang muslim kuat di dunia maupun di akhirat.
  • Seringkali kebaikan seseorang mudah terlupakan oleh kita dan kita hanya mengingat keburukan orang tersebut. Sadarlah wahai saudaraku, janganlah engkau melupakan kebaikan saudaramu hanya karena satu keburukan yang dia lakukan.
  • Sejarah mencatat, tidak ada suatu bangsa di dunia yang dapat tumbuh dan menjadi negara besar dan kuat tanpa fondasi idiologi yang kokoh. “Amerika, China, dan Jepang adalah contoh negara-negara maju di dunia yang memiliki fondasi idiologinya masing-masing yang kokoh.” Ujar puan di hadapan sejumlah calon dubes RI di kementrian Luar Negri, Rabu (11/11/2015)
  • Harapan saya untuk tahun ini ialah menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya dalam segala aspek, semoga kita semua bisa memanfaatkan waktu yang di berikan Allah SWT dengan sebaik-baiknya, sehingga kita tidak akan menyesal baik di dunia dan d akhirat.

Minggu, 01 Oktober 2017

Motivasi dalam Menjada Hafalan Al-Qur’an




Al-Qur’an adalah kalam Allah Subhanahu wa Ta’ala, ia adalah perkataan yang paling utama dan sarat dengan hukum-hukum, membacanya merupakan ibadah yang meluluhkan hati, membuat jiwa menjadi khusyu dan memberi manfaat lain yang tidak terhitung. Oleh karena itu patutlah kita sebagai sebagai umat yang mengimani Allah untuk senantiasa menjaga Firma-firmanNya  yang telah di turunkan yaitu Al-Qur’an. berikut adalah hasil wawancara saya dengan seorang mahasiswa STAI Al-Fatah, Cieleungsi, Bogor yang sedang dalam proses menghafal ayat-ayat suci tersebut, berikut hasil wawancara saya :
·        Menurut anda, seberapa penting bagi seorang muslim untuk menjaga dan melestarikan Al-Qur’an?
Muammar : “Al-Quran adalah firman Allah yang sungguh mulia, menjaganya merupakan suatu keharusan bagi seorang muslim, karena dengan menjaga Al-Qur’an, apalagi sampai menghafal dan menghayati, maka Al-Qur’an bisa menjadi safa’at bagi seorang muslim di yaumul Akhir”.
1.     Apa yang memotivasi dan harapan anda dalam menghafal Al-Qur’an?
Muammar : “ motivasi saya untuk menjaga dan menghafal Al-Qur’an adalah ketika saya mendengar cerita dari ustd saya, apabila seorang anak menghafal Al-Qur’an, maka kelak di akhirat, orang tuanya akan di beri mahkota dan baju kebesaran bak Raja-raja,  sehingga hati saya tergerak untuk memberikan kemulian itu kepada orang tua saya dan harapan saya, semoga dengan menjaga dan menghafal akan menjadi safa’at saya ketika di yaumul Akhir kelak”.
2.     Berapa tahun anda perlu menghafal Al-Qur’an?
Muammar : “untuk penjelasan mengenai waktu yang di butuhkan untuk menghafal Al-Qur’an tidaklah bisa saya prediksi, karena kecepatan tiap orang dalam menghafal itu berbeda-beda tergantung dari kemauan dan kesungguhannya untuk menjaga dan menghafal Al-Qur’an”.
3.     Bagaiman peluang bagi mahasiswa untuk bisa menghafal Al-Qur’an?
Muammar : “menurut saya, peluang bagi mahasiswa untuk menghafal dan menjaga Al-Qur’an sangatlah besar, selain memang masih muda, ingatan masih segar dan di tambah sedikit kemauan untuk bisa menghafal Al-qur’an, maka bukan tidak mungkin kedepannya mahasiswa tersebut bisa menjadi seorang hafidz yang akan di muliakan di dunia maupun di Akhirat”.
4.     Apa saja kendal-kendala seOrang hafidz dalam menghafal dan menjaga Al-Qur’an?
Muammar : “mungkin bagi sebagian hafidz Al-Qur’an, kendala yang paling sering di temui ialah ketika dalam proses muroja’ah, karena bagi seorang hafidz, untuk menjaga hafalan mereka harus sering-sering muroja’ah, karena apabila hafalan Al-Qur’an tidak di muroja’ah, maka percayalah sabda Rosulullah SAW ( Ulang-ulangilah (hafalan) al-Qur’an. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya al-Qur’an itu lebih cepat hilang dari hati manusia daripada unta yang terlepas dari ikatannya )”.
5.     Saya dengar anda pernah go Australia karena hafalan yang anda miliki, bisakan anda ceritakan sedikit pengalaman anda selama di negeri kangguru tersebut?
Muammar : Alhamdulillah, seperti yang anda dengar, saya emang pernah ke Australia karena hafalan yang saya miliki. Mungking saya tidak bisa cerita banyak, tetapi selama saya di AuStralia alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa bersilaturahmi dengan saudara-saudara muslim di sana, di berbagai komunitas dan di berbagai mesjid-mesjid yang ada di negeri Kangguru tersebut. Mungkin Cuma ini yang bisa saya ceritakan”.

Narsum : Muammar ( Mahasiswa penghafal Al-Qur’an )
 

Senin, 25 September 2017

Pentingnya Penguatan Ideologi Indonesia




Pentingnya mejaga Idiologi Pancasila sebagai dasar berbangsa dan bernegara agar maknanya tidak di belokkan dan melemah,  kita harus  prihatin dengan kondisi bangsa yang mudah terpojok dan terprovokasi berbagai isu yang mengganggu semangat kesatuan dan persatuan bangsa.
“Kalau kita sendiri tidak memberikan penguatan terhadap idiologi kebangsaan kita, kemajuan kita itu sulit,” kata Surya dalam keterangan Liputan6.com di Jakarta, senin (28/112016).
Semangat membangun kesatuan dan persatuan akan melahirkan kondisi stabilitas negara yang kokoh, kondisi tersebut akan membawa pembanguan bangsa Indonesia yang berkelanjutan untuk ke depannya, indonesia memiliki anugerah yang sangat berlimpah dan memiliki posisi yang strategis, terlebih dari sumber daya alam.
Sejarah mencatat, tidak ada suatu bangsa di dunia yang dapat tumbuh dan menjadi negara besar dan kuat tanpa fondasi idiologi yang kokoh. “Amerika, China, dan Jepang adalah contoh negara-negara maju di dunia yang memiliki fondasi idiologinya masing-masing yang kokoh.” Ujar puan di hadapan sejumlah calon dubes RI di kementrian Luar Negri, Rabu (11/11/2015)
Globalisasi yang tengah berkembang dewasa ini, selain membawa nilai-nilai positif, juga membawa berbagai macam implikasi dalam sendi-sendi kebangsaan. Berbagai macam akses dan implikasi globalisasi tersebut, jika tidak di antisipasi dengan baik dan benar akan menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia ke depannya yang berdasarkan pancasila.
Ada sekitar 17.000 pulau dan 633 suku di Indonesia sehingga gotong royong menjadi kata kunci pembangunan, pemerintah tidak bisa sendirian membangun indonesia, karena negara ini harus berkembang secara bersama-sama. Ini bisa menjadi motivasi bagi kita sebagai kalangan muda saat ini untuk memangkitkan semangat ke Bhineka Tunggal Ikaan. Semangat Bhineka Tunggal Ika generasi bangsa akan bangkit kembali jika melihat nilai-nilai kebudayaan, sebab, negara maju selalu memegang teguh nilai kebudayaannya. Negara-negara maju seperti jepang dan negara lainnya tak pernah melupakan budayanya. Maka, kita sebagai genersi muda pun harus bangga dengan identitas budaya dan kebangsaan kita, sehingga tahun 2020 atau tahun seterusnya idiologi Indonesia ini tetap kokoh, inilah peran kita sebagai generasi muda untuk tetap menjaga idiologi Indonesia ini tetap kokoh, serta membangun indonesia ini menjadi lebih baik, menyaingi negara-negara lainnya.

Rabu, 20 September 2017

Jangan Menyerah




Waktu hidup seorang manusia adalah umurnya, dan umur manusia merupakan rahasia Allah SWT, oleh karena itu kwalitas seorang manusia di sisi Allah SWT tergantung  bagaimana seorang manusia itu menghabiskan umur yang di berikan oleh Allah SWT, ketika umur tersebut di gunakan untuk Allah SWT maka umur itu adalah hal yang baik baginya, tetapi ketika umur seseorang di gunakan untuk sekedar memuaskan hasrat nafsu duniawi, maka umur itu adalah hal yang buruk baginya.
Maka sudah selazimnya bagi seorang manusia untuk menginstropeksi diri dengan menghitung-hitug hari-hari, tahun-tahun yang telah dilewati, apa yang telah di perbuat untuk meghabiskan umur yang di berikan oleh Allah SWT, kerugian apa yang di dapat atau keuntungan apa yang di dapat. Karena itu  intropeksi diri merupakan suatu keharusan, seandainya tidak sanggup setiap hari untuk instropeksi/menghitungkan dirinya hendaklah dilakukan pada setiap pekan, maka kalaupun setiap pekan ia masih juga tak dapat melakukannya, maka hendaklah setiap bulan, dan kalau tidak bisa juga maka hendaklah ia melakukan instropeksi diri pada setiap tahun.
Maka sepatutunya pada hari ini tanggal 1 Muharram marilah kita sebagai manusia yang tidak ingin menyasal di kehidupan akhirat sebaiknya menginstropeksi diri kita, apa yang telah kita perbuat sampai hari ini? apakah hal itu untuk Allah SWT atau malah sebaliknya? Harapan saya untuk tahun ini ialah menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya dalam segala aspek, semoga kita semua bisa memanfaatkan waktu yang di berikan Allah SWT dengan sebaik-baiknya, sehingga kita tidak akan menyesal baik di dunia dan d akhirat.

Selasa, 19 September 2017

Pengikut Ilmu


Hari Selasa sama seperti hari-hari sebelumnya, hari ini adalah hari yang cukup sibuk, bukan sibuk untuk mencari pundi-pundi uang tetapi sibuk mencari setitik ilmu di kampus tercinta STAI Al-Fatah.
kenapa saya mencari Ilmu daripada mencari uang?? mungkin jawaban saya akan banyak di tentang oleh sebagian orang, tapi never mind, tidak masalah bagi saya, karena bagi saya ilmu lebih mulia dan tinggi derajatnya daripada uang. di sini saya bukan meremehkan kekuatan uang, tetapi saya berkeyakinan  bahwa dengan ilmu, saya bukan hanya bisa mendapatkan kemuliaan, tetapi saya juga mendapatkan uang dengan ilmu yang saya miliki.
Maka kawan-kawan sekalian, pesan saya adalah "kejarlah ilmu, maka seisi dunia akan menjadi pengikutmu" oleh karena itu, untuk mencari ilmu butuh darah dan keringat yang tidak sedikit, bukan hanya uang/harta tetapi waktu juga di perlukan dalam proses panjang untuk mencai ilmu. oleh karena itu, yakinlah bahwa dengan ilmu kita bukan hanya menapatkan kemulian di dunia ini tetapikta juga pasti mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT

Rabu, 03 Mei 2017

TUGAS PKN 2


  1. Fenomena Banser dalam kehidupan bernegara
    Fenomena banser di negara Indonesia merupakan perwujudan dari sikap naisonalisme dimana banser sempat membubarkan pengajian HTI yang menurutnya jelas untuk mewujudkan sistem khilafah di Indonesia dengan mepolitisikan sistem khilafah itu sendiri sehingga tampak di mata nasionalis seperti banser  bahwa, HTI akan memecah belah negara Indonesia dan merusak keutuhan bernegara yang selama ini telah terjaga dengan di tandai oleh idiologi Pancasila.
    Banser yang berpaham nasionalis ini menganggap bahwa, sangat tidak cocok dengan adanya wacana oleh kelompok masyarakat tertentu membentuk negara berdasarkan syariat Islam. Karena Indonesia yang rakyatnya majemuk dan tidak berdasarkan satu agama atau suku saja. Apalagi negara Saudi Arabia yang menjadi tempat turunnya Islam juga tidak menerapkan prinsip-prinsip negara Islam secara utuh. Oleh karena itu banser yang bersikap nasionali dengan terang-terangan sangat menentang sisem khilafah berdiri di Indonesia karena akan merusak keutuhan negara Indonesia yang telah di jaga selama ini.
     
  2. Kekuasaan Pancasila VS Kekuasaan Islam
    Untuk membahas kekuasaan Pancasila vs kekuasaan Islam perlu kita ketahui lebih dahulu teritori dari dua kekuasaan tersebut, teritori dari kekuasaan Pancasila hanya sebatas negara sedangkan kekuasaan Islam tidak hanya sebatas negara, tetapi kekuasaan islam ialah seluruh alam semseta ini, kerena pada dasarnya Islam di turunkan bukan hanya untuk satu daerah saja tetapi seluruh dunia bahkan seluruh Alam, maka salah bagi sebagian orang yang ingin mendirikan negara Islam atau malah yang lebih parah lagi  mencantumkan nama daerah misalnya HTI yang ingin membuat Negara Islam Indonesia, dengan nama Negara Islam Indonesia tentunya islam yang di maksud hanya untuk warga negara Indonesa bagaimana dengan daerah yang lain? Paham inilah yang nanti akan membuat Islam berada dala perpecahan., bagaimana tidak apabila setiap negara mendirikan negara islam maka sama saja dengan membuat agama sendiri tetapi dalam bentuk negara.
    Kekuasaan Pancasila dan kekuasaan Islam memiliki sumber yang berbeda, di tarik dari di ciptakannya dua kekuasaan ini kita lihat bahwa kekuasaan pancasila di buat oeh idiologi manusia sedangkan kekuasan islam ialah kekuasaan yang di miliki oleh sang maha Pencipta yaitu Allah SWT. Oleh karena itu tentunya kekuasaan Islam lebih berpengaruh dan lebih kuat  dari pada kekuasaan Pancasila karena Allahlah yang menciptakan manusia dan memberikan akal sehingga tidak mungkin kita membandingkan kekuasaan Manusia dengan kekuasaan sang pencipta manusia itu sendiri yaitu Allah SWT.

TUGAS PKN 1


  1. Konsekuensi muslim di NKRI
    Di mata dunia, Indonesia adalah negara yang mayoritas sebagai muslim , tetapi walaupun indonesia adalah negara mayoritas muslim itu tidak membuat Indonesia sebagai negara muslim, tentunya banyak faktor-faktor yang membuat negara Indonesia sbagai negara multikultural, inilah yang membuat Indonesia menganut sistem layaknya negara-negara lain di dunia yang sistem pemerintahannya adalah sistem Demokrasi berPolitik.
    Indonesia adalah negara multikultural yang memiliki wilayah yang cukup besar, dari ujung sabang sampai marauke adalah wilayah Indonesia, banyak suku, bahasa dan agama dalam Negara Indonesia. karena iitu muncullah idiologi Pancasila yang di buat agar berfungsi sebagai pemersatu negara Indonesia.
    Indonesia sebagai  negara yang mempunyai idiologi seperti pancasila, membuat muslim yang hidup di NKRI mau tidak mau harus meyakini hukum yang berlaku di Indonesia bukanlah hukum syariat agama islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah, tetapi hukum yang berdasarkan idiologi Pancasila, negara yang masyarakatnya bebas bersuara mengutarakan pendapat serta sistem pemerintahannya yang menggunakan sistem suara terbanyak  ini membuat kesetaraan di antara 5 agama yang berlaku di Indonesia.
    Sebagai muslim yang tinggal di NKRI kita harus tahu untuk menempatkan keyakinan kita antara idiologi Pancasila dan Syariat Islam, untuk menjadi warga negara yang baik kita harus mengikuti idiologi Pancasila  dan untuk menjadi muslim yang ta’at kita harus mengikuti perintah Allah yng tertera di dalam kitab sucinya,oleh karena itu sebagai muslim yang baik kita harus menempatkan hukum syariat islam lebih tinggi dari sekedar idiologi yang di ciptakan manusia bernama Pancasila ini. Selain itu kewajiban kita sebagai muslim yang hidup di negara yang bebas untuk beragama ini adalah mendakwahkan agama islam kepada warga negara yang belum beragama islam, tidak ada larangan untuk berdakwah, maka manfaatkan lah status mayoritas yang kita dapat ini untuk menjadikan Indonesia sekalia lagi sebagai negara yang mayortas warganya beragama islam daan selalu ta’at kepada segala perintah Allah swt dan meninggalkan semua larangan-Nya.
  2. Bagaimana menyikapi kasus Ahok??
    Untuk menyikapi kasus ahok ini kta harus mengikuti peraturan negeri  indonesia dimana sudah ada hukum untuk penista agama. Oleh karena itu kita bisa menuntut Ahk melalui jalur hukum yang ada di Indonesia , Jadi kita tidak perlu melakukan kemungkaran yang besar seperti pengrusakan mobil atau bersikap anarkis pada saat melakukan demonstrasi.
  3. Dasar pemahaman Politik VS Syariat Berjama’ah
     
    Dewasa ini banyak orang mempermasalahkan perbedaan antara politik dan syariat berjama’ah karena walaupun dua hal yang sama-sama mengatur tentang kepemimpinan dan kemasyarakatan, tetapi dua hal antaa politik dan syariat ini tidak bisa di satukan, karen dasarnya saja sudah berbeda, dasar sistem kepemerintahan politik adalah hasil idiologi pemikiran manusia/filosof-filosof yunani sedangkan Syariat berjama’ah adalah wahyu yang di turunkan Allah swt.
    Banyak orang yang berpahaman bahwa politik itu lebih baik dari syariat berjama’ah tetapikenyatannya malah sebaliknya, sistem politik adalah sistem yang argument satu bisa mematahkan argument lain, karena kebebasan bersuara di dalam sistem politik ini, sedangkan sistem syariat berjama’ah  adalah segala keputusan di serahkan kepada Amir/ketua jadi tidak banyak pertentangan/permusuhan di dalamnya, perbedaan ini yang menyebabkan syariat berjama’ah lebih baik daripada sistem politik.
    Secara garis besar perbedaan yang [aling mencolok di antara keduanya ialah peraturan atau hukum yang di berlakukan. Misalnya sistem politik yang membuat peraturan dengan cara memutuskan bersama atau mendiskusikan hukum yang akan berlaku, sedangkan sitem syariat berjama’ah memberlakukan hukum-hukum islam dalam kepemerintahannya, jadi apabila kita lihat maka sistem berpolitii lebih berpotensi menciptakan permusuhan karena banyak suara untuk membuat hukumnya sedangkan sistem ysri’at berjamaah mengunakan hukum islam di mana hukum islam langsung di turunkan Allah Swt melalui nabinya dan dalam bentuk Al-Qur’an dan di lengkapi dengan As-Sunnah sehingga hukum yang berlaku tidak bisa sembarang di ubah, karena hanya Allah SWT yang berhak mengubah hukum Islam.

Minggu, 30 April 2017

SAKIT SEBAGAI PENGHAPUS DOSA





Segala puji bagi Allah SWT yang telah menurunkan Frimannya untuk membimbing kita ke jalan yang benar dan telah mengutus Nabi Muahammad SAW sebagai penyampai berita kepada kita ummat manusia.


Ketahuilah wahai suadaraku siman seislam, bahwa sakit itu bukan hanya sebatas bahwa salah satu anggota tubuh kita ada yang tidak berfungsi secara normal, tetapi sakit adalah cobaan/ujian dari Allah SWT kepada kita umatnya, bukti bahwa Allah masih sayang kepada kita adalah karena telah meberikan sakit yang mana sakit juga adalah sebagai penghapus dosa.


Penyakit merupakan sebab pengampunan atas segala kesalahan-kesalahan yang pernah di lakukan, baik itu dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuh. Terkadang penyakit itu juga bisa di artikan sebagai sebagai hukuman dari dosa yang pernah di lakukan sebagaimana firman Allah SWT yang artinya: “Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah di sebabkan oleh pebuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagaian besar (dari kesalahan-kesalahamu)”. (QS. Asy-Syuura: 30). Ini juga di jelaskan oleh Rosulullah SAW: “tidaklah menimpa seorang mu’min rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya , melainkan akan di hapuskan engannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)


Sebagaimana yang telah di paparkan di atas, maka ingatlah wahai saudaraku seiman seislam, bahwa cobaan dan penyakit merupakan tanda dan kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah SAW bersabda: “sesungguhnya Allah SWt jika mencintai suatu kaum, maka dia akan memberi mereka cobaan” (HR. Tirmidzi). Berdasarkan hadis tersebut di simpulkan bahwa kasih sayang Allah tunjjukkan melalui cobaan dan ujiannya maka bersabarlah wahai saudaraku selal ada hikmah di balik segala ketentuan Allah SWt.



Rabu, 19 April 2017

Contoh Ceramah Setelah Kesusahan Terbitlah Kemudahan





Segala puji bagi Alah SWT yang telah menciptakan kita dari segumpal darah, dan menjadikan kita sebagai makhluk yang paling sempurna di muka Bumi. Allah menjadikan kita sebagai kholifah/pemimpin di muka bumi, Allah mmberikan berkah/rezeki baik itu dari langit ataupun dari bumi, tidak ada sesuatu apapun yang mampu berbuat seperti Allah, Dialah tempat kita mengadu, tempat kita bersyukur atas segala nikmat yang Dia berikan, dan meniatkan segala bentuk ibadah kita  hanya kepada-Nya.


Dalam hidup yang diberikan oleh Allah SWT ini, kita  pasti tidak luput dari yang namanya masalah. Masalah memang komplek, tergantung dari kita yang menjalani, ada yang punya masalah dalam bidang finansial, masalah keluarga, teman, dan sebagainya, bahkan saking rumitnya masalah tersebut kadang kita menjadi lupa dan putus asa dalam menjalani kehidupan.


Sering kali di antara kita melupakan bahwa masalah itu datangnya dari Allah, Dialah yang medatangkan masalah sebagai bentuk ujian kepada hambanya, dan Dia jugalah yang memberikan jalan keluar bagi masalah tersebut, bahkan Allah sudah meyakinkan lewat Al-Qur’an di dua ayat 5 dan 6 surat Al-Insyirah (94) yang artinya: “maka sesngguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (5), sesugguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (6)”.


Pengulangan dua kali dalam ayat tersebut merupakan sebuah penegasan akan janji-Nya bahwa memang di balik kesuliatan itu pasti akan datang kemudahan, maka jangan lah khawatir , karena janji Allah selalu nyata.


Dalam menghadapi setiap kesuliatan, jangan kita hanya menanti tanpa sebuah usaha yang di lakukan. Ada beberapa hal yang jangan sampai terlupakan dalam penantian tersebut, yaitu sebaai berikut:


  • Luruskan Niat dan Berdoa’a hanya Kepada Allah
    Untuk memulai aktivitas baik itu pekerjaan atau pun ibadah kita harus meluruskan niat hanya untuk Allah, karena setiap pekerjaan dan ibadah yang kita lakukan pasti ada kesulitan. Oleh karena itu luruskan lah niat serta berdo’alah, maka insyallah pekerjaan apapun yang di kerjaakan ataupun ibadah apapun yang di laksanakan akan di mudahkan oleh Allah SWT, karena kesulitan yang di alami adalah atas dasar kehendak Allah, untuk itu hanya kepada Allahlah di kembalikan segala urusan dan hanya kepada Allahlah kita bisa memohon dimudahkan dengan cara berdo’a.
  • Sholat
    Sholat  adalah bentuk iabdh di mana setiap gerakan dan bacaannya adalah do’a dan sholat juga merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT. Sholat meruapakan titik berhentinya kita dari segala bentuk urusan duniawi, di mana pada saat kita melaksanakan sholat kita bisa melakukan komunikasi curhat kepada sang pencipta, menceritakan segala keluh kesah yang ada kepada Allah baik dalam keadaan susah maupun senang.
  • Sabar dan Ikhlas
    Kunci untuk mendatangkan kemudahan di balik kesulitan ialah harus sabar. Sabar tidak mengenal batas waktu, maka bersabarlah hingga Allah menetapkan ketetapan terabaik, serta ikhlas menerima ketetapan tersebut.
  • Ikhtiar
    Ikhtiar di sini ialah berusaha semaksimal mungkin untuk menghadapi kesulitan yang ada, bukan berati hanya menunggu tanpa berbuat apa-apa hanya berharapmasalah tiba-tiba terselesaikan. Perlu adanya ikhtiar semaksimal mungkin untuk menghadapi setaip kesuliatan yang mengahdang.
  • Tawakkal
    Hal terakhir ialah berserah diri kepada Allah setelah melakukan usaha yang maksimal, insyallah Allah akan membantu hambanya yang bertawakkal kepadanya, karena hanya Allahlah yang akan memberikan hasil terbaik dari setiapikhtiar yang di barengi dengan do’a, sabar, serta sholat.


Setiap orang dengan masalahnya masing-masing, ada yang bisa menyelesaikannya ada yang menyerah dan berputus asa, tapi tidak bagi kita seorng muslim yang beriman, kita punya Allah sebagai tempat mengadu atas segala masalah yang menimpa, dan Allah  juga yang membuat masalah-masalah kita terselesaikan dengan mudah,karena Allah adalah yang memberikan kesulitan serta memberikan kemudahan/jalan keluarnya asal kita selalu meluruskan niat, bersabar, sholat, berikhtiar serta bertawakkal hanya kepada Allah SWT semata.